Showing posts with label cvt motor matik. Show all posts
Showing posts with label cvt motor matik. Show all posts

Trik Tingkatkan Performa Motor Matik Tanpa Oprek Mesin

Karena takut bermasalah dan mogok, para pemilik motor matik tidak semuanya suka modifikasi mesin. Cara paling mudah untuk meningkatkan performa lewat otak atik di seputar komponen transmisi. 

Mengulik bagian komponen yang terdapat di dalam bak CVT, seperti per CVT dan berat roller yang digunakan. Jangan lupa juga sering ulang perangkat di karburator. 

Untuk masing-masing motor tentu beda ukuran dan caranya. 

Vario 110 & BeAT 
Hal pertama dengan menggati per CVT yang berfungsi untuk menahan sliding sheave. Pilihan per CVT terdiri dari 1.000 rpm,1.500 rpm dan 2.000 rpm. Perbedaan ini sesuai tingkat kekerasan pernya. 

Untuk Honda Vario 110 dan Honda BeAT, bisa gunakan per CVT 1.500 rpm. Per ini dipilih karena membuat akselarasi cocok untuk kondisi jalan perkotaan yang cenderung stop and go. 

Roller standar Vario 13 gram, monggo diganti dengan yang 12 dan 10 gram dengan cara dipasang disilang. Sedangkan roller BeAT disilang antar yang 8 dan 10 gram, dari standar 10 gram rata. 

Penggunaan per CVT keras dan roller enteng agar tarikan awal mesin jadi lebih enteng dan top speed bisa dicapai dengan mudah. Penggunaan roller juga tidak boleh kelewat ringan nantinya top speed berkurang. 

Beralih ke komponen pengabutan bahan bakar. Pilot-jet dan main-jet diturunkan beberapa angka, agar enggak terlalu boros. Kedua motor ini sebaiknya menggunkan PJ 38 dan MJ 98. Lalu bukaan angin di karbu dibuka kisaran 3,5 sampai 4,5 putaran. 

Yamaha Xeon & Mio 
Khusus Yamaha Xeon penggantian per CVT dengan spek 1.500 rpm, dirasa sudah mumpuni untuk melahap jalan perkotaan. Untuk Yamaha Mio, selain harus mengganti per CVT standar dengan spring CVT 1.500 rpm, roller standar 10 gram rata, sedikit diturunkan bobotnya 1 angka jadi 9 gram rata. 

Setelah mengganti per CVT dan roller, giliran karburator. Pilot-jet dianjurkan naik satu tingkat dan main-jet diturunkan satu tingkat. Untuk seting bukaan angin, putar sekitar 3,5 sampai 4,5 putaran.

Kenali Gejala Roller CVT Motor Matik yang Mulai Aus

Motor matik identik dengan perangkat atau komponen roller CVT. Roller CVT ini berfungsi untuk menggerakan pulley depan dan membuat belt naik turun ketika motor dinyalakan atau berjalan.

Bagi sebagian orang mungkin sudah ada yang mengetahui gejala roller CVT rusak tapi bagi sebagian ang lain juga ada yang belum tahu gejala tersebut.

Gejala yang paling sering terjadi ketika roller CVT rusak yakni ketika motor berjalan dibawanya sudah tidak enak dan nyaman seperti biasanya. Dibawa jalan biasanya endut-endutan atau akselerasinya jadi lambat atau suka timbul bunyi decitan.

Jika sudah terjadi gejala seperti itu tandanya roller CVT yang sudah aus harus diganti dengan yang baru karena tidak ada solusi yang lain. Tidak bisa diakalin jika roller CVT sudah aus atau peyang.
Kalau sudah diganti yang baru maka gejala tadi sudah tidak ada lagi atau motor sudah berjalan dengan normal lagi.

Beda dengan pulley CVT, kalau pulley CVT masih bisa diakalin dengan menambahkan gemuk (grease CVT) tapi kalau roller CVT harus diganti baru jika sudah aus atau peyang. Gemuknya juga beda bukan gemuk sembarangan. Tapi ada grease CVT khusus motor matik